MENULIS DENGAN
BAHASA JURNALISTIK
Oleh: Anne A. Permatasari
Komunikasi merupakan hal utama yang
membentuk sebuah hubungan sosial antar mahluk hidup terutama manusia.Dengan
berkomunikasi terjadilah interaksi hingga membentuk suatu lingkungan pergaulan dalam
kehidupan.
Cara berkomunikasi bisa melalui tulisan, lisan, maupun isyarat. Di antara
semua cara tersebut, bisa dikatakan bahwa berkomunikasi secara tertulis
merupakan komunikasi tingkat tinggi, karena melibatkan berbagai kemampuan.
Dalam dunia tulis menulis, seringkali kita
menemukan istilah jurnalistik yang artinya adalah segala hal yang bersangkutan
dengan kewartawanan.Jurnalis yaitu orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan
menulis berita.Sedangkan untuk menyusun berita/ tulisan yang tepat berkait pula
dengan bahasa jurnalistik.Apa yang kita ketahui tentang itu?
Bahasa Jurnalistik
adalah bahasa yang dipakai untuk
menyusun sebuah berita dengan
tepat,akurat,dan jelas. Beberapa syarat yang dimiliki bahasa jurnalistik ,
yaitu:
Sederhana,
mengutamakan pemilihan
kata atau kalimat yang maknanya difahami oleh pembaca umum yang sangatberagam.
Sedangkan kata-kata yang rumit dan hanya
dipahami oleh segelintir orang,
tidak boleh digunakan.
Singkat,
artinya kata-kata yang digunakan langsung
kepada pokok permasalahan (to the point), tidak bertele-tele/ berputar-putar
hingga memboroskan waktu pembaca,dan memakan kolom pada surat kabar/majalah
sangat terbatas.
Padat,
bahasa
yang digunakan harus sarat
informasi penting dan menarik untuk pembaca.
Lugas,
yaitu
tegas, tidak ambigu (bermakna
ganda), menghindari penghalusan kata dan kalimat hingga bisa membingungkan akibat kesalahan persepsi (salah pemahaman),
dan kesalahan konklusi (penyimpulan).
Jelas,
tujuannyamudah dimengerti, tidak baur dan kabur.
Susunan kata atau kalimatnya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik
dan benar.
Jernih,
transparan, jujur, tulus, tidak
menyembunyikan sesuatu yang negatif seperti prasangka atau fitnah. Hal ini
sesuai dengan hakikat pers yang harus selalu menunjukkan kejujuran, keadilan,
kebenaran,dan kepentingan rakyat.
Menarik,
artinya
menarik, benar, baku,dapat membangkitkan minat dan
perhatian pembaca .
Demokratis,
artinya
bahasa jurnalistik tidak mengenal tingkatan, pangkat, kasta, atau
perbedaan. Bahasa jurnalistik menekankan aspek fungsional dan komunal.
Mengutamakan
kalimat aktif, selain
lebih disukai pembaca, kalimat aktif memudahkan pengertian dan memperjelas
tingkat pemahaman.
Menghindari
Kata atau istilah klise, bahasa
jurnalistik harus sederhana, mudah dipahami, ringan dibaca dan menghindari
kata/ istilah teknis.
Tunduk
kepada kaidah dan etika bahasa baku,mengacu pada tujuan pers
yaitu mendidik/edukatif, maka pers
yang berkualitas selalu menjaga wibawa dan martabatnya di mata masyarakat.
Menghindari bahasa yang dianggap tidak sopan, vulgar, dan menjurus pornografi.(Disarikan
dari materi Pelatihan Penulisan Jurnalistik tingkat Provinsi Jawa Barat,
Cirebon, 29 Mei- 1 Juni 2012).( terbit Garut Express, Juni 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar