Rabu, 24 Juli 2013

MENULIS DENGAN BAHASA JURNALISTIK


MENULIS DENGAN BAHASA JURNALISTIK
Oleh: Anne A. Permatasari
29052012579Komunikasi merupakan hal utama yang membentuk sebuah hubungan sosial antar mahluk hidup terutama manusia.Dengan berkomunikasi terjadilah interaksi hingga membentuk suatu lingkungan pergaulan dalam kehidupan.
Cara berkomunikasi bisa melalui  tulisan, lisan, maupun isyarat. Di antara semua cara tersebut, bisa dikatakan bahwa berkomunikasi secara tertulis merupakan komunikasi tingkat tinggi, karena melibatkan berbagai kemampuan.
            Dalam dunia tulis menulis, seringkali kita menemukan istilah jurnalistik yang artinya adalah segala hal yang bersangkutan dengan kewartawanan.Jurnalis yaitu orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita.Sedangkan untuk menyusun berita/ tulisan yang tepat berkait pula dengan bahasa jurnalistik.Apa yang kita ketahui tentang itu?
Bahasa Jurnalistik  adalah bahasa yang  dipakai untuk menyusun sebuah  berita dengan tepat,akurat,dan jelas. Beberapa syarat yang dimiliki bahasa jurnalistik , yaitu:
Sederhana, mengutamakan pemilihan kata atau kalimat yang maknanya difahami oleh pembaca umum yang sangatberagam. Sedangkan kata-kata yang rumit dan hanya  dipahami  oleh segelintir orang, tidak boleh  digunakan.
Singkat, artinya kata-kata yang digunakan langsung kepada pokok permasalahan (to the point), tidak bertele-tele/ berputar-putar hingga memboroskan waktu pembaca,dan memakan kolom pada surat kabar/majalah sangat terbatas.
Padat, bahasa yang digunakan harus sarat informasi penting dan menarik untuk pembaca.
Lugas, yaitu tegas, tidak ambigu (bermakna ganda), menghindari penghalusan kata dan kalimat hingga  bisa membingungkan  akibat kesalahan persepsi (salah pemahaman), dan kesalahan konklusi (penyimpulan).
Jelas, tujuannyamudah dimengerti, tidak baur dan kabur. Susunan kata atau kalimatnya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Jernih, transparan, jujur, tulus, tidak menyembunyikan sesuatu yang negatif seperti prasangka atau fitnah. Hal ini sesuai dengan hakikat pers yang harus selalu menunjukkan kejujuran, keadilan, kebenaran,dan  kepentingan rakyat.
Menarik, artinya menarik, benar, baku,dapat membangkitkan minat dan perhatian pembaca .
Demokratis, artinya bahasa jurnalistik  tidak mengenal tingkatan, pangkat, kasta, atau perbedaan. Bahasa jurnalistik menekankan aspek fungsional dan komunal.
Mengutamakan kalimat aktif, selain lebih disukai pembaca, kalimat aktif memudahkan pengertian dan memperjelas tingkat pemahaman.
Menghindari Kata atau istilah klise, bahasa jurnalistik harus sederhana, mudah dipahami, ringan dibaca dan menghindari kata/ istilah teknis.
Tunduk kepada kaidah dan etika bahasa baku,mengacu pada tujuan pers yaitu mendidik/edukatif, maka pers yang berkualitas selalu menjaga wibawa dan martabatnya di mata masyarakat. Menghindari bahasa yang dianggap tidak sopan, vulgar, dan menjurus pornografi.(Disarikan dari materi Pelatihan Penulisan Jurnalistik tingkat Provinsi Jawa Barat, Cirebon, 29 Mei- 1 Juni 2012).( terbit Garut Express, Juni 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar