Selasa, 24 September 2013

tugas ke-6



 Internet dan Profesiku


Guru adalah sebuah profesi yang sempat tidak menjadi sebuah pilihan. Kerapkali profesi ini menjadi sebuah pelarian. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Pada zamannya dahulu, menjadi guru adalah sebuah profesi yang biasa-biasa saja dan tidak menjadi sebuah impian bagi banyak orang.  Hal ini bukanlah sebuah hal yang patut dipertanyakan. Semua orang yang pernah mengalami sebuah proses pembelajaran formal, pasti pernah pula mengalami pengalaman dan berbaur dengan guru. Banyak kenangan manis yang terjalin melalui kedekatan itu. Tetapi tidak sedikit pula, kenangan buruk menjadi sebuah trauma yang mendalam. Yang sangat terasa jelas, hampir semua murid pernah mengkritisi seorang guru, dalam hal apapun. Bahkan opini bahwa tidak hadirnya seorang guru dalam kelas adalah suatu kondisi yan diharapkan siswa, menjadi sebuah pemeo yang tidak terbantahkan.
            Ini sulitnya menjadi seorang guru. Di satu sisi, tugas mengharuskan mereka tetap masuk ke dalam kelas. Di sisi lain ada kejenuhan jika terus masuk ke dalam kelas. Apa yang salah? Bukanlah sebuah hal yang mudah untu menaklukkan hati para murid, menggenggam hati mereka, mengikat bathin mereka agar memiliki perasaan rindu terhadap kita. Agar kehadiran kita menjadi sebuah mimpi yang mereka bangun semalam sebelum bertemu kita. Agar sapa dan salam yang mereka sampaikan bernada indah karena ikhlas. Apa yang harus kita siapkan? Tidak mudah menjadi seorang guru yang kehadirannya selalu dirindukan seperti itu. Tapi kalau kita berusaha, tidak pernah ada hal yang tidak mungkin kita lakukan.
            Berangkat dari segala pengalaman, ketika menjadi murid, berusaha menjadi guru, dan menikmati peran sebagai guru, akhirnya banyak hal yang terungkap. Pengalaman membuktikan bahwa kita sebagai guru, dirindukan ketika kita membawa suatu hal yang baru untuk siswa. Bukan semata mengulang pengalaman yang pernah mereka dapatkan, menguatkan kemampuan yang pernah mereka peroleh tetapi juga kita harus mampu menjadi sebuah media yang membuat siswa ingin mendapatkan pengalaman yang baru. Menantang mereka untuk bisa memiliki kemampuan lebih dari kita.  Saat itulah, guru dirindukan kehadirannya.
            Ini maknanya, kita sebagai seorang guru harus memiliki visi jauh ke depan. Bahwa anak yang kita bentuk adalah anak yang harus hidup di masa depan. Yang harus bisa bertahan dan berjuang di masa canggih ke depan. Karenanya kita sebagai guru harus pula menyiapkan diri menjadi fasilitator. Kita tidak bisa berdiam diri, berpuas diri dengan apa yang telah kita miliki.
Faktor inilah yang semestinya menjadi dorongan supaya kita mau maju. Mengikuti perkembangan zaman yang dinamis. Tapi seajauh harapan itu, sampai manakah kita mampu menggapainya? Di usia kita, banyak kendala yang kita hadapi berbenturan dengan tuntutan kehidupan kita yang lain. Kita harus maju tetapi banyak hal yang menghalangi hal itu.          Salah satu yang bisa membantu kita dalam upaya itu adalah keberadaan internet. Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Peranan internet yang dapat dirasakan langsung oleh guru yaitu internet menjadi sebuah wahana yang bisa memberikan jaringan sehingga kita dapat menenmukan informasi yang kita butuhkan. Pengguna internet semakin lama semakin berkembang dibandingkan dengan pengguna buku/ perpustakaan karena kemudahan dalam   mencari informasi.
Demikian pula halnya di bidang yang lain. Dalam bidang ekonomi internet sangat berperan dengan  dikenalnya transaksi melalui internet yang di sebut dengan e- commerce Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Di bidang telekomunikasi apalagi, terutama dengan adanya layanan facebook, twitter, skype, tango, wechat,dsbnya  memungkinkan terjangkaunya komunikasi yang luas dan murah.  Layanan populer lainnya adalah email/surat elektronik, Uneset, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web) , Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, dan sebagainya.  Di antara semua ini, email dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program  pengirim pesan instan misalnya Yahoo Messenger, Twitter, Facebook, dan sebagainya.
Keberadaan internet dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Dalam layanan sehari-hari manakala siswa diharuskan mencari informasi dengan mudahnya mereka menggunakan jaringan internet. Tanpa harus berkutat dengan waktu dan kemacetan tranportasi, komunikasi dapat dengan mudah dilakukan. Dalam pembelajaran hal itu sangat terlihat dengan jelas. Setelah menggunakan layanan internet dalam pengumpulan tugas atau memberikan tugas, terlihat antusiasme siswa. Mereka haus teknologi dan menyukai hal-hal baru berbau teknologi.
Internet juga menjadi sarana untuk pelayanan  pendidikan dalam menjangkau daerah-daerah terpencil atau yang sangat buruk akses sarana dan prasarananya. Melalui internet, siswa bisa melakukan pembelajaran melalui internet , yang kerapkal disebut e-learning.
Kita tidak bisa menutup mata dari keburukan internet. Layanan internet kadang-kadang sangat mengerikan misalnya meluasnya pornografi, terbukanya situs-situs yang memungkinkan terjadinya penyelewengan/ tindak kriminal, pelanggaran hak cipta, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian. Hal ini memang susah dihindari.
Terlepas dari itu semua, tentunya, kita berharap bahwa internet memiliki dampak positif yang jauh lebih luas dibandingkan sisi negatifnya. Sebagai pendidik inilah tantangan kita. Kita diharapkan  bisa mengarahkan siswa untuk menjadikan internet sebagai wahana yang bernilai positif dibanding sebaliknya.

                                                *************************