Gadget...
oh Gadget....
(eksistensi dalam pembelajaran)
Gadget. Istilah itu sudah sangat sering kita dengar
bahkan sudah terasa tidak asing di
telinga kita. Gadget seolah sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari.
Apakah gadget itu?
Gadget
adalah piranti perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Alat
elektronik ini selalu menyajikan teknologi terbaru dan berusaha membuat
kehidupan manusia lebih mudah dan praktis.
Tapi, eits.... jangan salah, kepraktisan
benda elektronik ini baru akan dirasakan oleh manusia yang bisa mempergunakan
teknologi tersebut dengan tepat. Jika tidak, tidak ubahnya seperti peribahasa
Sunda “ siga monyet ngagugulung kalapa”. Yang artinya kebingungan untuk
mempergunakan/ memanfaatkan sesuatu.
Sebagai
sebuah piranti yang senantiasa tampil dalam kemasan teknologi tercanggih,
gadget terus menerus berkembang. Sebagai
jenis gadget, kita mengenal adanya MP3 Player, laptop, netbook, kamera, TV 3D,
E-Reader, Xbox, tablet dan sebagainya bahkan handphonepun kini tidak lagi hanya
berfungsi sebagai alat komunikasi melainkan juga sebagai perekam video, peta
digital, pemutar musik, jaringan internet, dan sebagainya.
Beberapa tife gadget
yang kita kenal, misalnya:
1.
MP3 Player
Alat ini merupakan piranti yang
dapat menyimpan dan memutar banyak lagu. Bentuknya yang kecil, memudahkan penyuka musik
membawanya dengan mudah ke tempat manapun.
2. TV 3 Dimensi
Jenis televisi ini memiliki tampilan yang mencengangkan. Selain desain,
gambar yang didapatkan sungguh luar biasa. Bahkan banyak penyuka game,
menggunakan TV 3 Dimensi ini, untuk melakukan aktivitas mereka.
3. Konsol.
Berbagai permainan / games dapat dirasakan lebih mengasyikan karena jenis
konsol ini mampu menghadirkan tampilan grafis dengan resolusi yang tinggi.
Jenis ini misalnya Nitendo, X-Box,ataupun Playstasion.
4. E-Reader.
E-Book Reader Portable memberikan layanan khusus bagi penyuka bacaan.
Selain mampu menyimpan berkas buku elektronik dengan jumlah yang sangat banyak,
jugamemberikan kenyamanan saat membaca sehingga tidak membuat mata lelah/
sakit.
5. Smartphone.
Smartphone tidak
hanya berfungsi untuk alat komunikasi tetapi juga sebagai PDA (personal digital assistant), seperti
sebuah komputer.
Jadi boleh
dikatakan bahwa smartphone adalah sebuah teknologi yang menggabungkan
fungsi komunikasi dengan
komputer yang berfungsi sebagai asisten pribadi dan organizer.
6.
Tablet
Adalah sebuah komputer portable
berbentuk buku dan menggunakan LCD sentuh. Meskipun tidak dilengkapi keyboard
tetapi tetap dapat dipergunakan untuk menulis dengan menggunakan bantuan pulpen
khusus yang disebut stylus. Bentuknya yang ringan dan tipis, memungkinkan
pengguna merasa lebih praktis karena mudah dimasukkan ke dalam tas dan dibawa
ke manapun.
Sekarang,
bagaimana hal nya dengan penggunaan gadget dalam pembelajaran?
Sebagai
seorang pendidik, kita dituntut untuk kreatif dan selalu berinovasi dalam
proses pembelajaran, sehingga pembelajaran tersebut tidak berlangsung monoton
dan kurang menarik minat siswa. Banyak hal yang bisa kita lakukan, salah
satunya dengan cara memanfaatkan berbagai layanan teknologi.
Penggunaan komputer
secara umum, adalah sebuah langkah awal mengenalkan siswa pada penggunaan
piranti elektronik. Melalui komputer atau laptop, siswa mulai menuangkan ide
atau perasaan dalam bentuk yang lebih kreatif.
Penggunaan internet memungkinkan pula bagi siswa mendapatkan kemudahan
menemukan informasi secara lebih efektif dan efisien. Guru dan siswa bisa
melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan layanan internet. Melalui
penggunaan face book, twitter,We chat, Line,Tango dan lain sebagainya terbentuk
sarana komunikasi yang menarik. Selain itu, bisa juga menggunakan sarana blog
untuk mengungkapkan kreativitasnya.
Selanjutnya,
penggunaan teknologi merambah pada media handphone. Sebagai piranti elektronik
yang berukuran kecil, mudah dibawa-bawa, serta harga yang terjangkau oleh
seluruh lapisan masyarakat, sangat memungkinkan hand phone dipakai sebagai sarana pembelajaran jarak
jauh.
Kini dikenal adanya
M-Learning ataupun E-Learning. Melalui program tersebut, kemudahan mendapatkan
pendidikan dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat dalam kondisi jarak yang
sangat jauh, ataupun dalam keadaan yang menggunakan waktu sangat terbatas.
Melalui
e-Learning banyak ditemukan keefektifan serta efisiensi waktu. Hal ini terutama dapat dirasakan oleh para mahasiswa
yang sedang melaksanakan program bimbingan. Tidak dapat dipungkiri bahwa gadget
sebagai media pembelajaran dapat diterima oleh seluruh masyarakar.
Permasalahannya, di sekolah menengah, penggunaan
gadget sebagai media pembelajaran mengalami banyak tantangan. Pasalnya, di
tengah era globaisasi ini, para siswa sekolah menengah masih berada dalam
perkembangan psikologis yang cenderung labil. Kebelumjelasan identitas pribadi,
membuat mereka mudah terombang ambing dan memiliki sikap yang tidak jelas. Banyak diantara mereka yang menggunakan
gadget tidak semata sebagi media pembelajaran. Misalnya saja, dalam beberapa
kasus terakhir yang akhir-akhir ini mencuat. Adanya penggunaan negatif dari handphone
di sekolah. Akibatnya, beberapa sekolah mengeluarkan kebijakan tidak menggunakan ataupun membawa HP
ke sekolah. Konsekwensinya, minat guru untuk menggunakan layanan pembelajaran
melalui gadget (HP) menjadi terganggu.
Lalu
bagaimana siasat kita? Kita harus mampu membangun sikap mendasar pada pribadi
siswa. Meletakkan karakter yang baerlandaskan pada nilai moral. Jika ini sudah
terbangun dalam pribadi siswa, barulah kita bisa melangkah menuju sebuah era
penggunaan alat elektronik yang global dan bertanggung jawab.
Tidak
ada salahnya mencoba bukan?
*********************