Minggu, 10 November 2013




Gadget... oh Gadget....
(eksistensi dalam pembelajaran)


 

        Gadget.  Istilah itu sudah sangat sering kita dengar bahkan sudah  terasa tidak asing di telinga kita. Gadget seolah sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah gadget itu?
            Gadget adalah piranti perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Alat elektronik ini selalu menyajikan teknologi terbaru dan berusaha membuat kehidupan manusia lebih mudah dan praktis.
Tapi, eits.... jangan salah, kepraktisan benda elektronik ini baru akan dirasakan oleh manusia yang bisa mempergunakan teknologi tersebut dengan tepat. Jika tidak, tidak ubahnya seperti peribahasa Sunda “ siga monyet ngagugulung kalapa”. Yang artinya kebingungan untuk mempergunakan/ memanfaatkan sesuatu.
            Sebagai sebuah piranti yang senantiasa tampil dalam kemasan teknologi tercanggih, gadget terus menerus berkembang.  Sebagai jenis gadget, kita mengenal adanya MP3 Player, laptop, netbook, kamera, TV 3D, E-Reader, Xbox, tablet dan sebagainya bahkan handphonepun kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi melainkan juga sebagai perekam video, peta digital, pemutar musik, jaringan internet, dan sebagainya.
Beberapa tife gadget yang kita kenal, misalnya:
1.      MP3 Player
Alat ini merupakan  piranti yang dapat menyimpan dan memutar banyak lagu.  Bentuknya yang kecil, memudahkan penyuka musik membawanya dengan mudah ke tempat manapun.
2.      TV 3 Dimensi
Jenis televisi ini memiliki tampilan yang mencengangkan. Selain desain, gambar yang didapatkan sungguh luar biasa. Bahkan banyak penyuka game, menggunakan TV 3 Dimensi ini, untuk melakukan aktivitas mereka.
3.      Konsol.
Berbagai permainan / games dapat dirasakan lebih mengasyikan karena jenis konsol ini mampu menghadirkan tampilan grafis dengan resolusi yang tinggi. Jenis ini misalnya Nitendo, X-Box,ataupun Playstasion.
4.      E-Reader.
E-Book Reader Portable memberikan layanan khusus bagi penyuka bacaan. Selain mampu menyimpan berkas buku elektronik dengan jumlah yang sangat banyak, jugamemberikan kenyamanan saat membaca sehingga tidak membuat mata lelah/ sakit.
5.      Smartphone.
Smartphone tidak hanya berfungsi untuk alat komunikasi tetapi juga sebagai  PDA (personal digital assistant), seperti sebuah komputer.
Jadi boleh dikatakan bahwa smartphone adalah sebuah teknologi yang menggabungkan fungsi  komunikasi  dengan  komputer yang berfungsi sebagai asisten pribadi dan organizer.
6.      Tablet
Adalah sebuah komputer portable berbentuk buku dan menggunakan LCD sentuh. Meskipun tidak dilengkapi keyboard tetapi tetap dapat dipergunakan untuk menulis dengan menggunakan bantuan pulpen khusus yang disebut stylus. Bentuknya yang ringan dan tipis, memungkinkan pengguna merasa lebih praktis karena mudah dimasukkan ke dalam tas dan dibawa ke manapun.
            Sekarang, bagaimana hal nya dengan penggunaan gadget dalam pembelajaran?
            Sebagai seorang pendidik, kita dituntut untuk kreatif dan selalu berinovasi dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran tersebut tidak berlangsung monoton dan kurang menarik minat siswa. Banyak hal yang bisa kita lakukan, salah satunya dengan cara memanfaatkan berbagai layanan teknologi.
Penggunaan komputer secara umum, adalah sebuah langkah awal mengenalkan siswa pada penggunaan piranti elektronik. Melalui komputer atau laptop, siswa mulai menuangkan ide atau perasaan dalam bentuk yang lebih kreatif.  Penggunaan internet memungkinkan pula bagi siswa mendapatkan kemudahan menemukan informasi secara lebih efektif dan efisien. Guru dan siswa bisa melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan layanan internet. Melalui penggunaan face book, twitter,We chat, Line,Tango dan lain sebagainya terbentuk sarana komunikasi yang menarik. Selain itu, bisa juga menggunakan sarana blog untuk mengungkapkan kreativitasnya.
            Selanjutnya, penggunaan teknologi merambah pada media handphone. Sebagai piranti elektronik yang berukuran kecil, mudah dibawa-bawa, serta harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sangat memungkinkan hand phone  dipakai sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.
Kini dikenal adanya M-Learning ataupun E-Learning. Melalui program tersebut, kemudahan mendapatkan pendidikan dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat dalam kondisi jarak yang sangat jauh, ataupun dalam keadaan yang menggunakan waktu sangat terbatas.
            Melalui e-Learning banyak ditemukan keefektifan serta efisiensi waktu.  Hal ini terutama dapat dirasakan oleh para mahasiswa yang sedang melaksanakan program bimbingan. Tidak dapat dipungkiri bahwa gadget sebagai media pembelajaran dapat diterima oleh seluruh masyarakar.
 Permasalahannya, di sekolah menengah, penggunaan gadget sebagai media pembelajaran mengalami banyak tantangan. Pasalnya, di tengah era globaisasi ini, para siswa sekolah menengah masih berada dalam perkembangan psikologis yang cenderung labil. Kebelumjelasan identitas pribadi, membuat mereka mudah terombang ambing dan memiliki sikap yang tidak jelas.  Banyak diantara mereka yang menggunakan gadget tidak semata sebagi media pembelajaran. Misalnya saja, dalam beberapa kasus terakhir yang akhir-akhir ini mencuat. Adanya penggunaan negatif dari handphone di sekolah. Akibatnya, beberapa sekolah mengeluarkan  kebijakan tidak menggunakan ataupun membawa HP ke sekolah. Konsekwensinya, minat guru untuk menggunakan layanan pembelajaran melalui gadget (HP) menjadi terganggu.
            Lalu bagaimana siasat kita? Kita harus mampu membangun sikap mendasar pada pribadi siswa. Meletakkan karakter yang baerlandaskan pada nilai moral. Jika ini sudah terbangun dalam pribadi siswa, barulah kita bisa melangkah menuju sebuah era penggunaan alat elektronik yang global dan bertanggung jawab.
            Tidak ada salahnya mencoba bukan?

                                                           *********************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar