Senin, 18 November 2013



Manfaat Kuliah Teknologi Informasi

(sebuah pengalaman pribadi)

          Dimulai dari sebuah tuntutan bahwa manusia harus selalu berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Berpijak pada sebuah pemahaman bahwa belajar adalah kewajiban manusia sepanjang hayat, lalu bermuara dari sebuah perasaan bersyukur bahwa penulis masih diberi kesempatan menghirup udara dalam keadaan sehat,           serta menimbang mana yang lebih memungkinkan untuk dilaksanakan dalam kondisi dan situasi seperti ini, kuliah ke program pascasarjana dengan jurusan teknologi pembelajaran akhirnya dipilih untuk mewujudkan hal tersebut dan  dimulai dengan niat ikhlas serta berpangkal pada bismillah.
            Semula, tidak terbayangkan bahwa seperti inilah kuliah di jenjang yang lebih tinggi.  Pengalaman berkuliah di jenjang sebelumnya yang berbasis pada ilmu sosial dan bahkan hampir tidak bersentuhan dengan ilmu teknologi, sempat membuat ragu, akankah perasaan membosankan kembali muncul, apalagi dalam usia yang tidak lagi muda?
            Seminggu perkuliahan dimulai, seperti membangunkan sebuah mimpi yang panjang. Perkuliahan betul-betul menggairahkan ketika mulai bersentuhan dengan statistika yang seumur hidup tidak pernah terjadi.
            Dalam semester berikutnya, ketika mulai berkenalan dengan materi kuliah teknologi, mulailah terasa benar bahwa inilah sesungguhnya perkuliahan itu.  Betapa tidak? Seolah menemukan ilmu baru dan selalu membuat haus. Sepertinya ada tantangan pribadi, bahwa saya harus bisa.  Hal inilah yang membuat semangat terpacu.
            Bayangkan, ketika komputer  tidak hanya sekedar menuliskan ide dalam bentuk word; berhitung dalam program excel;  berkreasi dengan powerpoint atau sekedar menggunakannya untuk berbagi info/ cerita dengan FB, twitter atau lain sebagainya. Ternyata, setelah perkuliahan, komputer jauh lebih dapat dimanfaatkan dengan cara yang maksimal.
Belum lagi, handphone. Media  yang selama ini hanya merupakan alat berkomunikasi, ternyata bisa dikembangkan menjadi sebuah media pembelajaran, melalui M-learning.
Semakin terkuaklah pemikiran, bahwa pembelajaran itu ternyata dapat dilaksanakan tanpa mengenal ruang dan waktu. Bahwa pembelajaran itu bukan sekedar hubungan satu, dua, multi, bahkan hubungan interaktif dan dapat dilaksanakan oleh siapapun.
Inilah manfaat kuliah teknologi informasi yang telas penulis rasakan. Selain mampu mengubah paradigma pemikiran.  Mengembangkan kemampuan dalam bidang teknologi dan menerapkannya dalam proses pembelajaran anak didik. Membekali diri untuk mengenal dan mengikuti kemajuan teknologi sebagai proses pribadi untuk mengimbangi perkembangan zaman di era teknologi yang kian hari kian canggih.
Terakhir, yang terasa benar adalah: ketika hasil perkuliahan mulai diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas. Berbagai reaksi timbul dari anak didik. Pembelajaran mulai tergairahkan dari sebuah sistem konvensional yang telah mendarah daging. 
Meskipun hal ini belum ditopang oleh sarana dan prasarana di sekolah tempat saya mengajar, kuliah informasi dan teknologi yang saya dapatkan telah menyumbang sebuah pemikiran dan aplikasi baru untuk saya dalam melaksanakan kewajiban utama menjadi pendidik.
 Maka terujilah, bahwa belajar adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti sampai kapanpun.
                                                               ***********

Tidak ada komentar:

Posting Komentar