Internet dan Profesiku
Guru adalah sebuah profesi yang sempat tidak menjadi
sebuah pilihan. Kerapkali profesi ini menjadi sebuah pelarian. Hal ini tidak
bisa dipungkiri. Pada zamannya dahulu, menjadi guru adalah sebuah profesi yang
biasa-biasa saja dan tidak menjadi sebuah impian bagi banyak orang. Hal ini bukanlah sebuah hal yang patut
dipertanyakan. Semua orang yang pernah mengalami sebuah proses pembelajaran
formal, pasti pernah pula mengalami pengalaman dan berbaur dengan guru. Banyak
kenangan manis yang terjalin melalui kedekatan itu. Tetapi tidak sedikit pula,
kenangan buruk menjadi sebuah trauma yang mendalam. Yang sangat terasa jelas,
hampir semua murid pernah mengkritisi seorang guru, dalam hal apapun. Bahkan
opini bahwa tidak hadirnya seorang guru dalam kelas adalah suatu kondisi yan
diharapkan siswa, menjadi sebuah pemeo yang tidak terbantahkan.
Ini sulitnya menjadi seorang guru.
Di satu sisi, tugas mengharuskan mereka tetap masuk ke dalam kelas. Di sisi
lain ada kejenuhan jika terus masuk ke dalam kelas. Apa yang salah? Bukanlah
sebuah hal yang mudah untu menaklukkan hati para murid, menggenggam hati
mereka, mengikat bathin mereka agar memiliki perasaan rindu terhadap kita. Agar
kehadiran kita menjadi sebuah mimpi yang mereka bangun semalam sebelum bertemu
kita. Agar sapa dan salam yang mereka sampaikan bernada indah karena ikhlas.
Apa yang harus kita siapkan? Tidak mudah menjadi seorang guru yang kehadirannya
selalu dirindukan seperti itu. Tapi kalau kita berusaha, tidak pernah ada hal
yang tidak mungkin kita lakukan.
Berangkat dari segala pengalaman,
ketika menjadi murid, berusaha menjadi guru, dan menikmati peran sebagai guru, akhirnya
banyak hal yang terungkap. Pengalaman membuktikan bahwa kita sebagai guru,
dirindukan ketika kita membawa suatu hal yang baru untuk siswa. Bukan semata
mengulang pengalaman yang pernah mereka dapatkan, menguatkan kemampuan yang
pernah mereka peroleh tetapi juga kita harus mampu menjadi sebuah media yang
membuat siswa ingin mendapatkan pengalaman yang baru. Menantang mereka untuk
bisa memiliki kemampuan lebih dari kita.
Saat itulah, guru dirindukan kehadirannya.
Ini maknanya, kita sebagai seorang
guru harus memiliki visi jauh ke depan. Bahwa anak yang kita bentuk adalah anak
yang harus hidup di masa depan. Yang harus bisa bertahan dan berjuang di masa
canggih ke depan. Karenanya kita sebagai guru harus pula menyiapkan diri
menjadi fasilitator. Kita tidak bisa berdiam diri, berpuas diri dengan apa yang
telah kita miliki.
Faktor inilah yang semestinya menjadi dorongan supaya
kita mau maju. Mengikuti perkembangan zaman yang dinamis. Tapi seajauh harapan
itu, sampai manakah kita mampu menggapainya? Di usia kita, banyak kendala yang
kita hadapi berbenturan dengan tuntutan kehidupan kita yang lain. Kita harus
maju tetapi banyak hal yang menghalangi hal itu. Salah satu
yang bisa membantu kita dalam upaya itu adalah keberadaan internet. Internet dapat diartikan sebagai jaringan
komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer
dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat
berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan
interaktif.
Peranan
internet yang dapat dirasakan langsung oleh guru yaitu internet menjadi sebuah
wahana yang bisa memberikan jaringan sehingga kita dapat menenmukan informasi
yang kita butuhkan. Pengguna internet semakin lama semakin berkembang
dibandingkan dengan pengguna buku/ perpustakaan karena kemudahan dalam mencari informasi.
Demikian
pula halnya di bidang yang lain. Dalam bidang ekonomi internet sangat berperan
dengan dikenalnya transaksi melalui
internet yang di sebut dengan e- commerce Sehingga mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Di bidang
telekomunikasi apalagi, terutama dengan adanya layanan facebook, twitter,
skype, tango, wechat,dsbnya memungkinkan
terjangkaunya komunikasi yang luas dan murah.
Layanan populer lainnya adalah email/surat elektronik, Uneset, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web) , Gopher, akses
sesi (Session Access), WAIS, finger, dan sebagainya. Di antara semua ini, email dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak
servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet
memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan
webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet
dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih
melalui program pengirim pesan instan misalnya Yahoo Messenger, Twitter, Facebook, dan sebagainya.
Keberadaan
internet dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Dalam layanan sehari-hari
manakala siswa diharuskan mencari informasi dengan mudahnya mereka menggunakan
jaringan internet. Tanpa harus berkutat dengan waktu dan kemacetan tranportasi,
komunikasi dapat dengan mudah dilakukan. Dalam pembelajaran hal itu sangat
terlihat dengan jelas. Setelah menggunakan layanan internet dalam pengumpulan
tugas atau memberikan tugas, terlihat antusiasme siswa. Mereka haus teknologi
dan menyukai hal-hal baru berbau teknologi.
Internet
juga menjadi sarana untuk pelayanan pendidikan dalam menjangkau daerah-daerah
terpencil atau yang sangat buruk akses sarana dan prasarananya. Melalui internet,
siswa bisa melakukan pembelajaran melalui internet , yang kerapkal disebut
e-learning.
Kita
tidak bisa menutup mata dari keburukan internet. Layanan internet kadang-kadang
sangat mengerikan misalnya meluasnya pornografi, terbukanya situs-situs yang
memungkinkan terjadinya penyelewengan/ tindak kriminal, pelanggaran hak cipta, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian. Hal ini memang susah dihindari.
Terlepas
dari itu semua, tentunya, kita berharap bahwa internet memiliki dampak positif
yang jauh lebih luas dibandingkan sisi negatifnya. Sebagai pendidik inilah
tantangan kita. Kita diharapkan bisa mengarahkan siswa untuk menjadikan internet
sebagai wahana yang bernilai positif dibanding sebaliknya.
*************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar